Rencana Strategis : 1
Memperkuat peran PMI dalam sinergitas tata kelola pelayanan donor darah untuk memastikan ketercukupan darah yang aman, mudah dijangkau dan berkualitas
Outcome 1.1
Ketersediaan darah yang aman, berkualitas dan terjangkau melalui tata kelola layanan donor darah yang bersinergi
| Output : | |
| 1.1.1 | Sistem yang efektif untuk merekrut,mempertahankan dan memotivasi donor darah sukarela |
| 1.1.2 | Proses seleksi dan pengambilan darah diterapkan sesuai dengan standar operasional prosedur dan standar nasional untuk menjamin darah yang aman dan berkualitas |
| 1.1.3 | Optimalisasi sistim distribusi darah dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam memenuhi permintaan darah dari fasilitas kesehatan; |
Outcame 1.2
Sistem manajemen kualitas di UDD PMI menguat dengan berpedoman pada standar nasional
| Output : | |
| 1.2.1 | Pegawai UDD PMI memiliki kompetensi sesuai standar nasional dan didukung oleh pelatihan berkelanjutan, serta infastruktur yang memadai; |
| 1.2.2 | Pengawasan dan evaluasi terhadap aspek pelayanan darah dilakukan secara berkala melalui Sistem Informasi Manajemen Donor Darah (SIMDONDAR) yang terintegrasi dan survei kepuasan masyarakat; |
| 1.2.4 | Penggunaan peralatan dan bahan habis pakai sesuai standar nasional dan rekomendasi UDD Pusat |
Outcame 1.3
Aksesibilitas masyarakat terhadap layanan donor darah meningkat dengan fasilitas yang mudah dijangkau
| Output : | |
| 1.3.1 | Sistim pendaftaran donor darah digital dioptimalkan untuk mempermudah pendaftaran dan penjadwalan donor; |
| 1.3.2 | Mobil donor darah keliling dioperasikan untuk memperluas akses layanan donor darah; |
| 1.3.3 | Mekansime komunikasi, koordinasi dan pembinaan internal serta antar tingkatan UDD PMI dioptimalkan melalui sistim konsolidasi dan regionalisasi untuk memastikan pelayanan donor darah lebih efisien dan terstandar, termasuk keterlibatan aktif pemangku kepentingan eksternal |
Tujuan Strategis-2
Memperkuat kesiapan layanan PMI dengan meningkatkan sebaran pelayanan melalui pemberdayaan lokal untuk mewujudkan masyarakat tangguh bencana, tangguh iklim, dan tangguh krisis kesehatan
Outcame 2.1
Pengelolaan pelayanan PMI yang optimal sesuai pedoman standar pelayanan minimal
| Output : | |
| 2.1.1 | Pedoman teknis pelayanan dasar diterbitkan, diterapkan dan diperbaharui secara berkala |
| 2.1.2 | Implementasi rencana kesiapsiagaan dan operasi yang disesuaikan dengan jenis ancaman dan skenario spesifik untuk meningkatkan efektiftas pelayanan PMI; |
Outcame 2.2
Sebaran unit-unit pelayanan yang mendukung pelokalan sumber daya dengan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menjamin kesiaapan respon
| Output : | |
| 2.2.1 | Manajemen risiko terpadu berbasis kajian risiko yang komprehensif diterapkan, mencakup rencana penanggulangan bencana, kontijensi, penanganan krisis kesehatan dan adaptasi ketahanan iklim; |
| 2.2.3 | Implementasi berbagai modalitas bantuan non-tunai untuk memberikan fleksibiltas dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat terdampak |
| 2.2.4 | Kapasitas sumber daya untuk mendukung respons bencana, krisis kesehatan dan krisis iklim tersedia. |
| 2.3.2 | Fungsi pusat data dan informasi sebagai perangkat pendukung manajemen bencana atau krisis diperkuat untuk mastikan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam situasi darurat; |
Tujuan Strategis-3
Membangun kesiapan organisasi untuk memastikan layanan PMI bagi korban konflik tersedia dan mudah diakses
Outcame 3.1
Tata kelola organisasi dalam menyediakan layanan Kepalangmerahan dalam situasi konflik, yang inklusif dengan berpedoman pada Hukum Humaniter Internasional dan panduan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
| Output : | |
| 3.1.2 | Mekanisme pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan layanan Kepalangmerahan dalam situasi konflik diterapkan secara sistematis, melibatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan sesuai prinsip inklusivitas; |
| 3.1.3 | Kapasitas organisasi dan personil PMI diperkuat melalui pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi untuk memastikan pemahaman dan implementasi Hukum Humaniter Internasional serta Panduan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. |
| 3.2.5 | Advokasi layanan Kepalangerahan dilakukan secara proaktif pada masa normal, krisis dan konflik untuk membangun kolaborasi startegis dan memperluas jangkauan layanan kemanusiaan |
Tujuan Strategis-4
Membangun kapabilitas sumber daya manusia yang unggul melalui pembinaan dan sertifikasi terstruktur untuk beradaptasi dengan perubahan
Outcame 4.1
Profesionalisme dan kompetensi Sumber Daya Manusia PMI menguat dalam menerapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Kepalangmerahan
| Output : | |
| 4.1.2 | Standar kompetensi, prosedur pembinaan dan mobilisasi relawan yang terukur dan terstandar tersedia, mengutamakan inklusivitas dan relevansi dengan dinamika sosial |
| 4.1.3 | Penguatan kapasitas SDM dalam layanan dan operasional dilaksanakan secara terarah dan berbasis kebutuhan untuk mendukung efektifitas dan kualitas kerja |
| 4.1.4 | Sistem manajemen informasi yang mendukung pelaporan dan pemantauan kinerja SDM tersedia dan dioperasikan secara efektif |
Outcame 4.2
Pelibatan aktif komponen PMI dalam manajemen pengembangan diri dan portofolio individu untuk mendukung penciptaan lingkungan yang aman dan inklusif
| Output : | |
| 4.2.1 | Program pelatihan dan pengembangan berbasis kompetensi dilaksanakan secara berkala berdasarkan analisis kebutuhan; |
| 4.2.2 | Penyediaan SDM yang berbasis kolaborasi aktif dengan para profesional, akademisi dan media dilaksanakan untuk menunjang layanan Kepalangmerahan |
| 4.2.3 | Pembinaan unit KSR dan PMR dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan oleh PMI Kabupaten |
| 4.2.5 | Partisipasi aktif KSR, TSR dan PMR dalam program berbasis masyarakat dan layanan Kepalangmerahan diperkuat sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri relawan. |
Tujuan Strategis-5
Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas organisasi untuk layanan PMI yang berkelanjutan
Outcame : 5.1
Implementasi dan mekanisme pengawasan produk hukum terlaksana sesuai ketentuan hukum yang berlaku
| Output : | |
| 5.1.1 | Regulasi dan pedoman operasional organisasi diterbitkan, diterapkan dan diperbaharui secara berkala; |
| 5.1.2 | Mekanisme pengawasan internal dan eksternal dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan sesuai prosedur untuk mengidentifikasi, menilai dan mengelola risiko manajemen secara efektif; |
| 5.1.3 | Mekanisme konsultasi, pembinaan berjenjang, komunikasi dan koordinasi dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan; |
Outcame : 5.2
Penguatan fungsi kemarkasan untuk optimalisasi layanan kemanusiaan yang mematuhi standar akuntabilitas dan transparansi
| Output : | |
| 5.2.4 | Sistem logistik dan pengadaan dioptimalkan untuk mendukung efisiensi operasional kemarkasan dan akuntabilitas layanan kemanusiaan |
Outcame : 5.3
Kapabilitas organisasi menguat untuk memenuhi akuntabilitas organisasi
| Output : | |
| 5.3.1 | Mekanisme umpan balik dari penerima manfaat dan pemangku kepentingan diperkuat sebagai bagaian dari proses peningkatan kinerja dan akuntabilitas organisasi; |
Tujuan Strategis-6
Meningkatkan peran aktif organisasi dalam diplomasi kemanusiaan sebagai strategi mempengaruhi kebijakan layanan kemanusiaan dan menyebarluaskan dampak layanan Kepalangmerahan kepada masyarakat di tingkat nasional dan global
Outcame : 6.1
Strategi diplomasi kemanusiaan dilaksanakan sebagai upaya advokasi kebijakan untuk layanan Kepalangmerahan yang inklusif dan berkelanjutan
| Output : | |
| 6.1.1 | Kapasitas organisasi dan personil PMI dalam melaksanakan diplomasi kemanusiaan ditingkatan secara optimal; |
Outcame : 6.2
Optimalisasi publikasi dan edukasi tentang peran dan kontribusi PMI dalam melaksanakan diplomasi kemanusiaan
| Output : | |
| 6.2.3 | Media advokasi dan sarana-prasarana untuk mendukung diplomasi kemanusiaan tersedia secara memadai, memastikan efektivitas dalam menyampaikan pesan, membangun kolaborasi, dan memperkuat pengaruh kemanusiaan. |
Tujuan Strategis-7
Meningkatkan peran aktif PMI dalam mewujudkan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan diversifikasi sumber daya, dan memberikan layanan kemanusiaan yang inovatif dan adaptif
Outcame : 7.1
Peran aktif PMI meningkat dalam kemitraan strategis yang dinamis, terarah dan terukur
| Output : | |
| 7.1.1 | Sistem manajemen kemitraan yang efektif dan efisien diterapkan, memungkinkan PMI untuk menjalin kemitraan strategis yang lebih luas dan berkualitas; |
| 7.1.4 | Program penghargaan bagi mitra diterapkan secara berkala untuk memperkuat loyalitas mitra terhadap PMI; |
